Selasa, 18 September 2007

Mitos-Mitos HIV-AIDS

Mitos adalah :
berita/informasi yang beredar di masyarakat yang diyakini oleh masyarakat tetapi tidak terbukti kebenarannya.

Banyak mitos seputar IMS, HIV/AIDS dan seksualitas yang beredar di masyarakat, misalnya :
  • Penularan HIV tidak dapat dicegah.
  • Kondom tidak bisa mencegah HIV karena kondom berpori.
  • AIDS hanya menyerang orang tertentu saja, misalnya hanya gay, hanya ps.
  • IMS bisa dicegah dengan minum antibiotik.
  • AIDS bisa ditularkan melewati nyamuk yang telah menggigit odha kepada orang lain.
  • Luka atau benjolan di alat kelamin sudah pasti adalah gejala IMS.
  • AIDS adalah kutukan Tuhan terhadap perilaku penyimpangan.
  • Berenang bersama dengan odha merupakan salah satu cara penularan HIV.
  • AIDS adalah penyakitnya orang bule.
  • Keperawanan perempuan dibuktikan dengan keluarnya darah pada saat HUS pertama kali.
  • Ukuran penis bisa dilihat dari ukuran jempol.
  • Perawan tidaknya seorang perempuan bisa dilihat dari cara jalannya.
  • Perawan tidaknya seorang perempuan bisa dilihat dari bentuk pantatnya.
  • Perawan tidaknya seorang perempuan bisa dilihat dari bentuk payudaranya.
  • Onani bisa menyebabkan kemandulan.
  • Onani bisa menyebabkan impoten.
  • Petting tidak akan ada risiko pada kehamilan.
  • Libido laki-laki lebih besar daripada libido perempuan.
  • Laki-laki berkuasa atas perempuan dalam masalah seks.
  • Laki-laki lebih kuat dalam melakukan hubungan seksual daripada perempuan.










Daftar contoh-contoh mitos dan fakta yang beredar di masyarakat umum.


MITOS



Penularan HIV tidak dapat dicegah



Kondom tidak bisa mencegah HIV karena kondom berpori.



AIDS hanya menyerang orang tertentu saja, misalnya hanya gay, hanya ps.

Berhubungan seks sekali saja tanpa kondom berarti tidak ada kemungkinan tertular HIV.



IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin sebelum dan atau sesudah hubungan seks.

Berenang bersama dengan odha merupakan salah satu cara penularan HIV.



Berpelukan dengan odha bisa tertular HIV.



AIDS adalah penyakitnya orang bule.



AIDS bisa disembuhkan.



AIDS adalah kutukan Tuhan terhadap perilaku penyimpangan.



AIDS bisa ditularkan melewati nyamuk yang telah menggigit odha kepada orang lain.




IMS bisa dicegah dengan minum antibiotik.




IMS bisa diobati sendiri dengan minum antibiotic.



HIV bisa hidup bertahan lama di uadara.



Bila seseorang mengalami nafsu makan yang turun dan berat tubuh turun drastic maka sudah pasti orang tersebut sudah tertular HIV.

Tes HIV boleh dipaksakan untuk kepentingan umum masyarakat.



Mengkarantina odha adalah cara efektif dalam pencegahan HIV.



Seorang ibu yang odha pasti akan menularkan HIV kepada bayi yang dikandungnya.



Keputihan pada perempuan sudah pasti IMS.



Luka atau benjolan di alat kelamin sudah pasti adalah gejala IMS.


FAKTA

Untuk mencegah terularnya HIV kita dapat mencegah dengan rumus ABCDE (abstinence, be faithfull, condom, don’t inject, education).


Kondom bisa mencegah HIV karena kondom tidak berpori.Kondom sudah memenuhi mutu ISO 9002



AIDS dapat menyerang siapa saja, semua orang.




Berhubungan seks sekali saja tanpa kondom ada kemungkinan tertular HIV apabila tetap berganti ganti pasangan seks (tidak seks tunggal).



IMS tidak dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin sebelum dan atau sesudah hubungan seks karena pergerakan kuman lebih cepat dari pencucian alat kelamin.




Berenang bersama dengan odha bukan merupakan cara penularan HIV, karena air di kolam renang bukanlah media hidup HIV.



Berpelukan dengan odha tidak akan tertular HIV karena tidak ada pertukaran cairan (darah, cairan sperma, cairan vagina).



AIDS dapat menyerang siapa saja, semua orang. Buktinya banyak orang di ASIA yang sudah tertular HIV.



AIDS tidak bisa disembuhkan karena belum ada obatnya. Sampai sekarang obat yang ada adalah obat yang bersifat menghambat perkembangan HIV dan meningkatkan daya tahan tubuh.

AIDS bukanlah kutukan Tuhan terhadap perilaku penyimpangan karena masalah HIV/AIDS tidak ada hubungannya dengan permasalahan penyimpangan atau tidak. AIDS adalah masalah kesehatan manusia.

AIDS tidak bisa ditularkan melewati nyamuk yang telah menggigit odha kepada orang lain karena nyamuk bukanlah media HIV bisa hidup.



IMS tidak bisa dicegah dengan minum antibiotik karena antibiotic tidak memenuhi standart dosis yang tepat pencegahan dan memang tidak ada obat pencegahannya.



IMS tidak bisa diobati sendiri dengan minum antibiotic karena harus ada pemerikasaan oleh dokter dan pemberian obat IMS adalah sesuai dengan jenis IMS-nya, tidak sembarang obat.



HIV tidak bisa hidup bertahan lama di udara karena HIV perlu media untuk hidupnya (darah, cairan sperma, cairan vagina).



Bila seseorang mengalami nafsu makan yang turun dan berat tubuh turun drastic belum pasti orang tersebut sudah tertular HIV. Status HIV seseorang tidak bisa dilihat hanya dari kondisi fisiknya saja, tetapi harus dengan melakukan tes HIV.




Tes HIV tidak bisa dipaksakan untuk kepentingan umum masyarakat karena tes ini bersifat sukarela dan rahasia.



Mengkarantina odha bukanlah cara efektif dalam pencegahan HIV. Justru akan menimbulkan masalah baru secara sosial, misalnya odha terdiskriminasi, ketakutan orang melakukan tes HIV bertambah sehingga jumlah kasus sebenarnya sulit diketahui, masyarakat memiliki rasa aman yang semu/palsu.



Seorang ibu yang odha tidak pasti menularkan HIV kepada bayi yang dikandungnya. Kemungkinan bayi tertular dari ibu yang odha adalah hanya sekitar 25 % sampai 30 %. AIDS bukan penyakit keturunan atau bawaan. Kemungkinan terbesar penularan HIV dari ibu yang odha kepada bayi yang dikandungnya adalah dari proses persalinan.

Keputihan pada perempuan belum pasti IMS. Ada keputihan yang bukan IMS yang disebabkan masalah kebersihan pakaian, dll.



Luka atau benjolan di alat kelamin belum pasti adalah gejala IMS. Ada penyakit non IMS yang gejalanya bisa seperti itu dan terjadi disekitar alat kelamin. Hanya dengan periksa/tes IMS saja untuk memastikannya.






1 komentar:

cichy mengatakan...

apa sich IMS itu dan apa gejala" yang paling jelas pada penderita HIV AIDS tolong kasi infonya